Sekali Lagi

1289 Kata

"Kim, Papa mewakili Raga ingin melamar kamu secara resmi menjadi menantu di keluarga Papa." Telapak tangan Kim berkeringat. Dia nggak pernah menduga kalau acara makan malam keluarga yang diadakan di sebuah restoran ternama di bilangan Jakarta, dijadikan sebagai senjata untuk melamar dirinya. Raga pasti telah mempersiapkan ini dengan matang sehingga cewek cantik itu nggak bisa berkutik lagi. "Iya Kim. Seharusnya kami melamar kamu langsung ke orangtua kamu, seandainya kamu memberikan izin pada kami untuk datang menemui mereka," Papa Raga turut melanjutkan. Kim menatap Raga. Cowok itu sejak tadi cuma diam, seakan semua keinginannya telah diwakilkan oleh orangtuanya. Dia hanya menatap Kim dengan cara yang membuat Kim menjadi jengkel. Tatapan yang seakan bilang, nggak bisa nolak kan kamu? Hu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN