Hari ini, Kim diperbolehkan pulang oleh dokter. Namun dengan catatan, kalau dia harus tetap beristirahat di rumah sampai rasa pusing di kepalanya benar-benar hilang. Dia juga harus rajin mengolesi luka-lukanya dengan salep khusus agar nggak berbekas. Belum lagi, selama satu Minggu sekali dia harus check-up untuk melihat kondisi benturan di kepalanya. Dokter hanya takut ada sesuatu yang luput dari pemeriksaannya, agar bila ada apa-apa bisa ditangani dengan cepat. "Udah siap?" Tanya Raga sambil menenteng satu tas kecil berisi pakaian kotor Kim. "Udah," jawab Kim setelah keluar dari kamar mandi. Dia lega karena akhirnya terbebas dari seragam pasien dan bisa memakai pakaian normal kembali. "Ga, apa aku boleh nemuin Riyana dulu?" Minta Kim. Banyak hal yang harus dia sampaikan pada Riyana, te

