Part | Eighteen.

1268 Kata

Lyana membuka pintu rumahnya ketika merasa seseorang mengetuknya. Ia melihat wanita kurus dengan kulit pucat dan baju yang lusuh tersenyum kecil padanya. Sejenak, Lyana keheranan melihat wanita itu, ia sedikit beranggapan bahwa wanita itu hanyalah wanita tuna wisma yang ingin berteduh di rumahnya sebentar karena malam ini turun hujan. “Ada apa?” tanya Lyana dengan ramah dan tak lupa senyum yang terpampang di wajahnya. Wanita itu membalas senyuman Lyana. “Boleh aku masuk sebentar ke rumahmu? Aku ingin mengatakan sesuatu.” Perkataan wanita itu membuat Lyana semakin heran dan was – was. Tapi, ia tidak bisa mengusir wanita di hadapannya ini seenak jidatnya. Lyana membuka pintu rumahnya dan menyuruh wanita itu untuk duduk di sofa sementara ia membuat minuman hangat untuk menjamunya. Walaupu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN