13

877 Kata

"Kata ku tak ingin jatuh cinta, tapi kata Tuhan waktunya aku jatuh cinta."   **   Sean memalingkan wajahnya saat merasakan Vanila yang kini mencengkram tuxedo nya dengan kuat. Jelas sekali kegugupan tampak di wajah gadis itu.    "Kau ini kenapa?" Sean berdecak.   Vanila tak menjawab, ia hanya memandang Sean dengan mata puppy nya.   "Jangan memelas di depan ku, takkan berpengaruh apapun." Sahut Sean.   Bohong, rutuknya dalam hati. Sean berdusta dengan ucapannya. Bahkan melihatnya saja sudah membuat Sean merasakan jantungnya berdetak cepat entah karena apa. Apalagi saat ini, gadis itu tengah menatapnya dengan tatapan yang ah— Sean tak ingin menjelaskannya. Yang jelas apa yang dilakukan sekretarisnya itu cukup membuat sisi primitif seorang Sean Alexanders Crovpelt bergerak dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN