TIGA, NAUGHTY BOYFRIEND

1147 Kata
                                                                                    Happy Reading                                                                                                  .                                                                                                  . "Jangan terlalu cepat untuk menyimpulkan bagaimana sikap seseorang yang hanya terlihat dari luarnya saja." Raefal Cetta Early                                                                                                 .                                                                                                 . Dikantin SMA Garuda Sakti saat ini sangat ramai. Terlihat ada segerombolan siswa dan siswinya berkumpul jadi satu dan membuat lingkaran, seperti sedang melihat sesuatu. "Ada apaan sih Sa? Rame bet dah." ucap Raefal saat dirinya dan Aksa sudah sampai di kantin sekolah. Aksa hanya mengangkat bahunya sambil menaikkan sebelah alisnya acuh. Raefal berjalan untuk mengambil air mineral dari salah satu pedagang kantin sekolah. "Gue yang most wanted sekolah aja ngga sampai bikin siswa cowoknya kumpul kayak gini." ucap Raefal. Aksa hanya mengulum senyuman paksa, untuk merespon ucapan Raefal yang terlalu membanggakan dirinya. Tetapi itu fakta, bahwa Raefal sangat di segani di sekolah ini. Fansnya terlalu banyak, dari kalangan siswi kelas 10-12, baik IPA maupun IPS. "Mereka alay deh! Kayak liat orang lagi ciuman massal aja." Raefal berkacak pinggang sambil melihat kerumunan siswa siswi dari kejauhan. Aksa berjalan sedikit menjauh dari Raefal, untuk menuju ke salah satu pedagang kantin. "Ada apa sih pak?" tanya Aksa pada pedagang minuman di kantin sekolah dengan menunjuk kerumunan para siswa dan sisiwi. "Itu den, katanya ada cewek cantiknya kebangetan. Jadi mereka mau lihat semuanya." jawab bapak pedangang dengan menunjuk kearah kerumunan itu dengan tersenyum geli. "Oh, makasih pak." ucap Aksa sopan kepada bapak penjual karena sudah memberikan informasi untuk dirinya dan Raefal. Aksa berjalan mendekat kearah Raefal. "Gue bilang juga apa Fal." "Lah, lo emang bilang apaan?" "Mereka disana buat lihat siswi baru yang katanya cantiknya kebangetan!" ucap Aksa dengan antusias. Raefal diam beberapa detik karena sedang mencerna perkataan dari Aksa tadi, dengan sesekali mengerjapkan matanya. "Come on!" Raefal melangkahkan kakinya mendekat kearah kerumunan itu. "Gila, kata lo alay!" seru Aksa saat melihat Raefal yang sudah berjalan mendahuluinya. Raefal berhenti dan membalikkan badanya, untuk melihat dan menjawab teriakan Aksa. "Ayolah, cantik mana bisa di sia-siain." "Eh si b**o, lupa sama ucapannya yang tadi anjir." teriak Aksa. Aksa hanya memutar bola matanya malas, lalu melangkah menuju kerumunan untuk menyusul Raefal. Saat Raefal sudah sampai di depan kerumunan, banyak suara kagum yang keluar dari mulut mereka. "Ya allah cantik banget!" "Ciptaan tuhan mana yang engkau dustakan!" "Gue kalah cantik dong," "Mau jadi pacar ga ya dia pacaran sama gue?" Teriakan para siswa dan siswi terdengar sangat jelas saat sudah berada di dekat kerumunan. Tetapi Raefal belum bisa melihat apa objek utama yang mereka semua lihat. Raefal berusaha untuk menerobos kerumunan tersebut dengan sekuat tenaga. Dengan menyempil atau mendorong salah satu dari mereka. Raefal menghentikan langkahnya saat merasa didepannya sudah tidak ada lagi orang yang berdesakan. Semua orang berada di belakang Raefal, dan Raefal telah berhasil menerobos kerumunan tersebut. "OMG ada Raefal!" "Tumben banget nih Raefal yang imagenya cuek mau menerobos kerumunan buat lihat Alecia." Raefal menoleh kearah siswa yang barusan melukai hatinya dengan ucapan seolah menyinggungnya. Raefal menatapnya dengan tajam, hingga membuat siswa itu kik kuk. "Sorry." ucapnya dengan menunduk. Di belakang sana masih ada Aksa yang berusaha untuk menerobos kerumunan tersebut. Yang dilakukan Aksa, sama seperti yang dilakukan Raefal, yaitu dengan menyempil dan mendorong salah satu siswa maupun siswi. Aksa menghentikan langkah kakinya, saat sudah tidak ada siswa maupun siswi yang harus diterobosnya. "Gila lo Fal, main lari aja!" Aksa melihat Raefal yang sedang berdiri tegap dengan mata tajamnya. Menatap siswa itu dengan matanya, hingga membuat siswa itu benar-benar kik kuk! Aksa menghela nafasnya, mencoba mencari objek lain untuk dilihatnya. "Pada rame gini liat apaan sih?" lirih Aksa dengan memalingkan padangannya ke depan. Aksa menganga lebar, matanya membulat lebar saat melihat objek yang sedang di kerumuni oleh sebagian siswa dan siswi SMA Garuda Sakti. Raefal masih mencari Aksa yang tak kunjung datang untuk mengejarnya. Raefal menoleh ke belakang, kanan, dan kiri sampai akhirnya melihat Aksa yang sedang menganga lebar. Raefal menghampiri Aksa dengan berlari kecil. Saat Raefal sudah di dekat Aksa, Raefal menepuk pundak Aksa sedikit keras, namun Aksa tetap tidak bergeming. "Lo ngapa?" Raefal menepuk pundak Aksa berkali-kali hingga menenggorkan pundaknya ke pundak Aksa. Tidak ada reaksi dari Aksa, Aksa masih tetap berdiri tegap dan menganga lebar. Raefal menatap mata Aksa yang dari tadi melihat ke depan. Raefal mencoba mengikuti arah mata Aksa, melihat apa yang sedang di lihat oleh Aksa sampai membuatnya menganga. Raefal melihat ada dua perempuan yang sama cantiknya, sedang berdiri di tengah kerumunan. Namun Raefal yakin, salah satu dari mereka ada yang tidak asing menurutnya. Raefal memicingkan matanya untuk melihat lebih jelas, kalau salah satu dari mereka adalah, pacar Aksa. "Aileen Anindyah!" Aileen menoleh karena merasa ada yang memanggilnya. Aileen tersenyum ke arah Raefal, lalu melihat ke sebelah Raefal karena ada pacarnya, Aksa. Tangan Raefal dengan spontan menarik lengan Aksa untuk menghampiri Aileen. Untung saja Aksa sudah tersadar dari lamunannya saat Aileen melihatnya. "Lo ngapain narik gue." bisik Aksa pada Raefal saat sudah sampai di dekat Aileen. Raefal tidak menghiraukan Aksa yang sedang mengomel tidak jelas. "Lo Aileen Anindyah kan? Pacarnya Aksa?" "Iya Fal," "Eh monyet arab tiap kali gue jalan sama Aileen lo selalu ngintil, tapi kenapa lo gatau pacar gue." sungut Aksa kesal "Gue cuma mastiin aja kebo jepang." jawab Raefal dengan memutar bola matanya malas. "Lagian gue sebenernya juga lupa sama namanya, untung gue liat name tagnya." batin Raefal. Ha ha ha Raefal mendengar suara orang sedang tertawa kecil. Suaranya tidak jauh dari tempatnya berdiri. Raefal melihat perempuan yang sedang berdiri di samping Aileen, dan benar dugaannya kalau perempuan itu yang sedang tertawa. Raefal menatap tajam perempuan itu dengan menahan emosi. Raefal tidak suka di tertawakan! Perempuan itu sadar kalau dirinya saat ini sedang di tatap tajam oleh Raefal. Dan seketika perempuan itu menghentikan tawanya, lalu menunduk. "Biasa aja dong natapnya. Suka baru tahu rasa lo," bisik Aksa pada Raefal. Aksa sadar kalau Raefal sedang menatap perempuan itu dengan pandangan tidak suka. Raefal menghembuskan nafasnya kasar, lalu memalingkan pandangannya ke arah lain. "Oh iya Leen, ini temen kamu?" tanya Aksa memulai pembicaraan dengan menunjuk perempuan di samping pacarnya. "Iya, ini sahabat aku namanya Alecia Adara Camron. Panggil aja Alecia." jawab Aileen memperkenalkan perempuan yang menjadi tontonan siswa siswi SMA Garuda Sakti.. "Alecia ini Aksa pacar gue, yang selama ini gue ceritain." ucap Aileen pada Alecia. Alecia tersenyum lalu mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Aksa. "Alecia." "Aksa." Sedangkan Raefal hanya memutar-mutarkan badanya, melihat sekelilingnya yang masih ramai, menghiraukan kejadian yang saat ini ada di depannya. Aksa melihat sikap Raefal yang menurutnya tidak sopan itu segera memegang kedua pundak Raefal dan menghadapkan badan Raefal tepat di depan Alecia. Perempuan yang tadi mentertawakannya! "Oh iya Alecia ini Raefal orangnya baik, lucu, ganteng lagi." "Alecia." Alecia mencoba untuk berkenalan dengan Raefal. Alecia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengannya. "Raefal." ucapnya lalu pergi, tanpa membalas jabatan tangan Alecia. Raefal pergi dengan menerobos kerumunan yang masih berdiri tegap disana. "Sorry. Maafin kelakuan Raefal ya." ucap Aksa lalu pergi mengejar Raefal. "It looks like over creepy!" lirih Alecia dengan terus menatap kepergian Raefal.                                                                                                 •••••                                                                     Jangan lupa Vote dan Komentar ☺
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN