Happy Reading
.
.
"Berawal dari ketidak kenalan, sekarang kamu menjadi orang yang selalu aku pikirkan" Raefal Cetta Early
.
.
'Raefal Pov'
Aku menarik tangan gadis yang sudah ku akui sebagai pacar di hadapan Karin tadi, untuk keluar dari cafe dan menuju parkiran. Aku menggenggam tangannya erat, tidak memperdulikan gadis itu meronta untuk dilepaskan.
"Lo gila?! Seenaknya bilang kalo gue itu pacar lo!"
Gadis itu berteriak dengan nada marahnya, saat sudah sampai di parkiran. Aku memutuskan untuk melepaskan genggaman tanganku.
"Gue gak gila. Lagian gue gak bilang kalo lo itu pacar gue tadi."
Aku berusaha mengelak, karena tadi aku hanyalah kelepasan. Aku mulai risih dengan perlakuan Karin terhadapku, dan tidak ada cara lain, jadi aku terpaksa mengakuinya sebagai pacarku. Sekarang gadis di hadapanku ini mulai geram dengan perlakuanku padanya. Aku dapat melihat tangannya yang mengepal sangat kuat, sehingga membuat telapak tangannya memerah. Tapi aku mencoba untuk memasang wajah sedatar mungkin.
"Tapi intinya lo itu udah ngaku-ngaku jadi pacar gue!" teriak gadis tersebut. Aku tersenyum manis saat gadis yang ku tahu namanya Alecia itu berteriak kesal. Menurutku itu sangat imut untuk di dengar.
"Kenapa lo senyam-senyum gitu?! Dasar curut saudi arabia lo!" menurutku emosi Alecia mulai memuncak, pasalnya terlihat dari raut wajahnya yang mulai memerah menahan amarahnya untuk tidak keluar.
"Aww.." Aku merintih kesakitan saat kaki Alecia dengan sengaja menginjak kakiku dengan keras.
Aku menatap dalam mata indah milik Alecia. Matanya yang berwarna hitam pekat itu membuat ku merasa sedikit tertarik padanya. Ingat, sedikit!
Alecia tampak mengernyitkan dahi kebingung. Mungkin karena melihat perubahan sikapku yang drastis berbeda, antara tadi di sekolah dan sekarang di cafe.
"Ngapain lo ngeliatin gue?!" ucapnya sinis.
Aku hanya menggelengkan kepala dengan senyum yang sedikit mengembang di mulutku. Tetapi yang ku lihat raut wajah Alecia menjadi semakin marah, mungkin karena aku tersenyum menanggapi perkataannya.
"Lo itu, udah salah malah pasang muka kaga punya dosa! Minta maaf kek, dasar cowok ga-- hmftp," Alecia menghentikan ucapannya saat merasa ada benda yang menempel di bibirnya.
Entah dorongan dari mana kaki ku bisa melangkah begitu saja untuk mendekati Alecia. Dengan cepat aku menyambar bibir mungilnya yang menurutku sangat menggoda. Setelah merasa gadis itu diam, aku melepaskan ciumanku. Berjalan sedikit menjauh darinya. Ku lihat tubuhnya mematung, dengan ekspresi wajahnya yang sangat terlihat konyol bagiku. Matanya membulat lebar, serta mulutnya sedikit terbuka.
"Diem juga kan, maaf ya cantik." ucap ku tak lupa dengan senyuman mengembang dari wajahku. Tetapi gadis itu masih tetap saja Mematung, dengan mata membulat lebar dan mulut sedikit terbuka, seperti cengo.
°°°°
'Author Pov'
Selang beberapa menit setelah kejadian Raefal mencium bibir Alecia. Aksa dan Aileen pun datang menghampiri Raefal, dan Alecia yang masih tetap saja mematung. Raefal hanya tertawa geli saat gadis itu tidak kunjung sadar dari keterkejutannya. Hingga membuat sahabatnya Aileen gelagapan.
"Al lo kenapa?" tanya Aileen dengan suara paniknya.
Aileen berjalan mendekatkan dirinya di samping Alecia, guna untuk menyadarkan Alecia. Aileen sedikit menggoyangkan lengan Alecia, hingga akhirnya Alecia tersentak kaget.
Alecia memasang raut wajah marah, bahkan sangat marah. Menatap mata tajam Raefal dengan tatapan yang sulit diartikan. Sedangkan Raefal hanya mengangkat bahunya acuh, dan tersenyum miring.
"b******k lo!" teriak Alecia dengan kesal sebelum pergi meninggalkan Raefal, Aksa, dan Aileen.
Semua terkejut akan ucapan yang dilontarkan oleh Alecia. Aileen jadi bingung dengan perubahan sikap Alecia. Entah hawa dari mana Alecia bisa semarah itu. Alecia tidak biasa semarah ini, karena pada dasarnya Alecia bukan tipe orang yang pemarah.
"Al,"
"Alecia!"
Aileen mencoba untuk memanggil Alecia yang sudah pergi meninggalkannya. Kini
Aileen menatap Raefal dengan pandangan untuk meminta penjelasan, karena Aileen yakin mood Alecia berubah hanya karena Raefal.
"Dia kenapa? Kok sikapnya bisa kayak gitu?" tanya Aileen to the point.
Raefal mengangkat bahunya acuh.
"Kalo lo emang sahabatnya, pasti dia cerita kok." jawab Raefal sebelum pergi menuju mobilnya. Aileen hanya mengernyitkan dahi kebingungan. Sedangkan Raefal sudah pergi menuju mobilnya.
"Ai, aku nyusul Raefal ya." pamit Aksa sebelum pergi meninggalkan Aileen sendiri.
"Iya aku juga mau nyusul Alecia kok."
°°°°
'Alecia Pov'
Aku berjalan menuju mobil ku, meninggalkan Aileen sendiri disana, toh juga ada pacarnya disana. Aku membuka pintu mobil dengan perasaan penuh amarah, aku duduk di kursi samping pengemudi. Membiarkan Aileen yang membawa mobil ku untuk pulang. Aku menunggu Aileen selama beberapa menit di dalam mobil. Tetapi kejadian barusan kembali muncul dalam pikiran ku.
"Sial, ciuman pertamaku sangat tragis." batinku.
A
ku mendengar suara pintu mobil terbuka, dan ternyata itu ulah Aileen. Aku sempat terkejut karena saat itu aku sedang melamun.
Aileen masuk dan mendudukkan dirinya di kursi mengemudi, memasang seat beltnya, lalu mulai menyalakan mesin.
"Al, sikap lo kenapa sih? Gak seperti biasa." ucap Aileen. Aku tahu dia saat ini sedang penasaran.
Aku menarik panjang nafas ku, mencoba untuk meredam emosi yang menguasaiku saat ini, sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Aileen.
"Gue kesel sama itu, sahabat pacar lo yang tadi narik gue."
Aileen menatapku dengan menaikkan sebelah alisnya, sebelum melajukan mobil ku dengan kecepatan rata-rata.
"Si Raefal? Kenapa emang?"
"Iya itu curut saudi arabia. Dia kurang ajar banget Leen sama gue!"
"Kurang ajar gimana? Dia apain lo?"
"Lo tau, dia cium gue tanpa seizin gue!"
Emosi ku kembali memuncak saat menceritakan kejadian tadi pada Aileen, sama saja aku harus mengingat kejadian tadi. Sedangkan Aileen hanya diam, lebih tepatnya fokus ke jalan raya.
"Dia udah ambil first kiss gue! Dan parahnya, first kiss gue berakhir dengan tragis!" ucapku dengan sedikit berteriak kesal.
Aileen sempat menatapku kembali, dengan pandangan sedikit tidak percaya dengan perkataan ku.
"Lo yakin Al?"
"Lo gak percaya sama gue Leen?"
Aku menghembuskan nafas kasar, lalu menatap ke luar jendela mobil ku untuk meredam emosi.
°°°°
'Author Pov'
Sedangkan Raefal dan Aksa saat ini sudah berada di dalam kamar Raefal. Aksa mengambil stik play station milik Raefal kemudian memainkannya.
"Fal main PS kuy." ajak Aksa dengan mata yang fokus ke layar.
"Lo main aja, gue lagi gak mood ngegame." jawab Raefal dengan memainkan ponselnya.
Suasana kamar Raefal pun menjadi hening, hanya terdengar Suara game yang di mainkan Aksa dan teriakan Aksa saat kalah bermain game.
"Arrgh!" teriak Raefal frustasi, membuat Aksa terkejut bukan main karena dari tadi suasanya hening.
"Lo kenapa sih? Kalo gue serangan jantung gimana, mana gue belum kawin." ucap Aksa dengan menghentikan gamenya sebentar lalu melihat Raefal yang sedang duduk bersandar diatas ranjangnya.
"Kawin mulu pikiran lo." jawab Raefal dengan menatap Aksa sinis.
"Biar lah, gue juga pingin ngerasain enaknya nikah kali." ucap Aksa dengan kembali memplay gamenya.
"Lagian, lo ngapa sih?" tanya Aksa yang penasaran sengan sikap Raefal.
"Gue dari tadi nyari Instagramnya Alecia, tapi gak ketemu." jawab Raefal dengan fokus mencari.
"Tumben? Mau stalker kan lo?" ejek Aksa.
"Diem dah, gausah bacot!"
"Gue tau nama Instagramnya, tapi lo suruh diem, oke." goda Aksa, yang membuat Raefal penasaran.
"Apaan Sa? Gue tadi becanda kok, suer deh." ucap Raefal dengan menaikkan dua jarinya ke atas.
"Cari aja Aleciadrcamron_"
Saat itu juga Raefal mengetik nama pengguna i********: Alecia di pencarian.
"Ketemu Sa, thanks ya besok gue traktir makan bakso pak samin sepuas lo." ucap Raefal dengan membuka profil i********: Alecia.
"Jangan lupa sama es jeruk manisnya." tambah Aksa.
"Serah lo dah." jawab Raefal yang mulai fokus untuk stalker isi i********: Alecia.
Suasana pun kembali hening, tetapi saat ini Aksa sudah berhenti bermain PS dan beralih ke ponselnya untuk mengabari Aileen pacarnya. Di dalam kamar Raefal hanya terdengar suara musik dan suara Raefal yang sesekali ikut bernyanyi.
"Oh iya, lo tadi ngelakuin apa sampe Alecia kesel sama lo?" tanya Aksa memecah keheningan.
"Cium dia." jawab Raefal yang masih fokus dengan i********: Alecia.
"Gila. Ternyata dia cantik juga." ucap Raefal saat melihat salah satu foto yang dipost Alecia di Instagramnya.
Sedangkan Aksa sudah menatapnya dengan mata yang membulat sempurna. Aksa tidak percaya atas apa yang telah dilakukan sahabatnya.
"Lo yakin?" tanya Aksa memastikan.
Raefal hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan Aksa, karena matanya masih fokus pada layar ponselnya.
"Kenapa lo sampe bisa cium Alecia?" tanya Aksa pada Raefal yang tidak segera bercerita mengapa dirinya mencium Alecia.
Raefal pun mematikan ponselnya lalu menatap Aksa tajam. Raefal menarik nafasnya sebelum bercerita, lalu membuangnya secara perlahan.
"Gue cium dia, karena dia bawelnya naudzubillah, dan gue udah gak ada cara buat dia diem, mau gak mau gue cium dia." ucap Raefal yang di respon Aksa dengan anggukan saja.
"Kalo gue pikir-pikir ya, dia lucu, cantik, mempesona." ucap Raefal dengan mengingat wajah Alecia saat marah tadi.
"Lo suka?" tanya Aksa memastikan.
"Kalo gue suka, lo harus bantuin gue buat deket sama dia"
Aksa terdiam, setelah mendengar perkataan Raefal yang terakhir. Aksa berfikir kalau sampai dirinya membantu Raefal dekat dengan Alecia, Aileen pasti akan marah padanya, setelah apa yang diperbuat oleh Raefal pada Alecia.
"Sa, lo mau bantuin kan?" tanya Raefal dengan mendorong tubuh Aksa yang duduk di sampingnya, sehingga lamunan Aksa pun buyar.
"Ya" jawab Aksa spontan.
Aksa pun menepuk pelan keningnya, dengan mengumpat supaya tidak terdengar oleh Raefal. "Semoga Aileen gak marah sama gue, kalo gue bantuin Raefal deket sama Alecia"
°°°°°°
Jangan lupa Vote dan Komentar ☺