Pemuda jangkung itu berdiri bersandar pada dinding di samping tangga dengan merunduk bermain game pada ponselnya. Walau sesekali melirik ke arah tangga menunggu Sena yang muncul dari sana. Karena gadis itu sudah mengiriminya pesan singkat untuk makan bersama di kantin kampus. Ingin membahas keajaiban tentang sang kakak yang muncl kembali. "Bintang!" Pemuda itu sontak menolehkan kepala dan menaikan alis melihat Sena di ujung koridor sudah melambai manis ke arahnya. Padahal ia sudah menunggu di bawah tangga, ternyata gadis itu sudah menyelonong ke toilet entah sejak kapan. "Bukannya lo lagi ada kelas di lantai dua ya? Kenapa mendadak muncul di koridor lantai satu, ngapain?" Tanyanya sembari memasukan hapenya dalam saku celana agar bisa mengobrol dengan gadis di depannya itu. Sena mengembu

