Cemburunya Seorang Anak

3112 Kata

Iren menghela napas samar membuat kedua pipinya makin bulat. Perempuan itu tengah duduk sendiri di kafe depan rumah sakit tempatnya bekerja. Karena hari ini ia sedang libur, jadinya ia ingin menghabsikan waktunya sendiri menikmati segelas kopi di sana. Tatapannya masih mengarah pada jalanan dengan sendu, bibir bawahnya makin mengerucut maju merasa kesal sendiri saat mengingat kembali obrolannya dengan orang tuanya beberapa hari yang lalu. Obrolan tentang kapan ia menikah. Obrolan klasik yang selalu ditanya setiap tahun bahkan setiap bulan pada saat perkumpulan keluarga besarnya. Iren sebenarnya tidak terlalu peduli banyak tentang tanggapan orang tuanya yang selalu mengomelinya karena masih nyaman hidup sendiri. Hanya saja ada beberapa keluarga dari mamanya yang selalu menyindirnya dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN