Tujuan Sesat

2257 Kata

Metta tersenyum samar dengan memandang ke arah Adam yang masih enggan melepaskan pelukannya. Bahkan, anak kecil itu sudah mengalungkan tangannya erat pada kedua lutut sang ibu sampai Metta kesusahan bergerak. Berbeda dengan temannya, Firza hanya melongo di tempat tidak paham dengan apa yang sebenarnya terjadi. “Pokoknya mulai sekarang dia gak boleh main ke rumah kita lagi, Adam gak mau sampai dia ambil mama dari Adam.” Kata Adam sudah merengek dengan air matanya yang masih mengalir. “Adam, gak boleh gitu sama teman kamu sendiri. Firza gak bermaksud buruk kok nak, Firza cuma suka main ke sini. Jadi, bolehin dia main di rumah ya?” Ujar Metta membujuk namun Adam masih kekeuh dengan menggelengkan kepalanya kuat. “Firza bilang dia mau jadiin mama sebagai mamanya, Adam gak mau kalau mama jadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN