Bintang mengembungkan kedua pipinya sembari menggosok-gosok tangannya mulai merasa kedinginan. Apalagi ia hanya memakai kaos oblongnya tanpa membawa jaket atau hoodienya. Pemuda itu mendecak samar saat melihat Sena kini mendekat ke arahnya dengan bergidik merinding, karena cuaca dingin yang seakan menusuk tulang. Keduanya masih berada di koridor kampus, terjebak di sana tidak bisa pulang karena hujan turun deras sedari tadi. Bukan hanya mereka, ada banyak mahasiswa lain yang terpaksa mengurungkan niat untuk pulang dikarenakan tidak ingin basah diguyur hujan. “Lo tau kan kalau kemarin-kemarin hujan deras dan pastinya bakalan dingin, dan begonia elo pake kaos doang tanpa jaket dan sebagainya.” Omel gadis itu dengan menggelengkan kepalanya heran. Bintang mencibir sembari memeluk diri dengan

