Sesuatu yang Dinantikan

1538 Kata

Iren masih berdiri menganga di tempatnya dengan menatap lurus Metta di hadapannya yang hanya menatapnya polos. Keduanya sedari hanya saling pandang, menghabiskan hampir sepuluh menit membuat Aris yang berdiri di samping mereka merasa jengah sendiri. "Be–beneran lo masih hidup? Padahal gue dari kemarin udah lihat tapi sekarang semakin gue perhatiin makin takjub aja gitu. Berasa aneh aja lihat lo sekarang kembali berdiri di depan gue padahal beberapa minggu yang lalu gue baru saja ngantar jenazah lo ke tempat peristirahatan terakhir lo." Ujar Iren panjang lebar sembari masih belum melepaskan tangannya pada lengan Metta. "Beneran ajaib banget ya, ternyata selama ini elo punya kembaran?" "Ya, begitulah. Dan akhirnya gue sama sekali gak bisa bertatap muka sama dia, bertemu saja karena terpak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN