Adam mengerjapkan matanya polos dengan memandangi tiga orang bertubuh gempal di depannya yang kini sedang mengunya roti dan juga sesekali menenggak mineral mereka. Salah satu dari mereka mendekat ke arahnya dengan menyodorkan sebuah roti dan juga mineral gelas itu. "Nih, makan biar nanti kita bisa lanjutin perjalanan." Tuturnya sudah menaruh roti dan mineral itu pada tangan Adam. "Om, tolong bukain ikatan tangannya." Ujarnya sudah menyodorkan kedua tangannya yang terikat. Pria berbadan besar itu mengangguk saja lalu perlahan membuka ikatan dan membiarkan Adam makan dengan tenang. "Setelah makan bilang ya, biar om ikatin lagi." Adam mengiyakan, mulai membuka pembungkus roti dan mengunyahnya lambat. Ia memadangi tiga orang di depannya yang masih mengobrol dengan membelakanginya. Mereka ki

