Sena bersungut, sembari melongokan kepalanya masih menunggu dua orang yang katanya sudah di jalan sedari tadi. Padahal sebentar lagi bus akan berangkat tapi mereka masih belum menampakan batang hidungnya. “Kak Iren gak jadi pergi kali ya?” Ujar Bintang sudah berdiri di sampingnya menyodorkan minuman dingin pada Sena yang berdiri di depan halte, tidak diam sedari tadi. “Ck, datang. Ini sudah di jalan katanya.” Balas gadis itu dengan nada ketus membuat Bintang sontak mendelik samar. “Nanya doang.” Sena tidak menanggapi, kembali menggerutu dengan melemaskan kedua bahunya. Menggerakan kepalanya ke arah Bintang yang sudah mendudukan diri pada halte. “Bantuin, dong.” Gerutunya walau terdengar seperti rengeken, Bintang tersenyum samar menurut berdiri walau tidak tahu harus me

