Arseno menutup pintu rumah rapat, lalu menguncinya. Setelah ia berbalik memandangi punggung Metta yang baru saja melenggak masuk ke dalam kamar Adam. Dan di sana ada Firza juga yang sudah bisa pulang dari rumah sakit. Arsen melangkah mendekat, berdiri di ambang pintu dengan mengerjapkan matanya samar menatap Adam dan Firza yang sudah tertidur lelap. Merasa ada bayangan mendekat, Metta pun menolehkan kepala dan tersenyum begitu saja pada sang suami. Ia kembali merapikan selimut Adam dan Firza yang sedang menunggu keputusan akan menjadi anak mereka nantinya. Metta mendorong pelan tubuh Arsen keluar dari kamar sembari menutup pintu pelan. Setelah itu ia menarik lengan sang suami untuk masuk ke kamar mereka berdua. "Kenapa nyeret-nyeret? Ada apa?" Tanya Arseno curiga agak menundukan pandan

