Sebuah Alasan

1103 Kata

Adam sudah sibuk menyisir rambutnya di depan cermin sembari berusaha memakai sendiri dasinya. Setelah itu pun, ia mengancing lengan seragamnya dengan meringis samar karena kancingnya yang terlalu keras untuk dimasukan ke dalam lubang baju. Ketukan pada pintu di luar kamarnya membuat Adam segera berlari kecil dengan membukakan pintu lebar dan langsung tersenyum lebar saat melihat mamanya kini berdiri di depannya. "Anak mama sudah bisa pakai baju sekolahnya sendiri ya?" Adam sontak menganggukan kepalanya membenarkan. "Iya, biar mama gak pergi-pergi lagi ninggalin Adam," mendengar itu membuat Metta sontak mengerucutkan bibirnya dan langsung merunduk memeluk anaknya erat. "Mama gak akan ninggalin Adam lagi, kita berdoa ya ... semoga Allooh kasih umur yang panjang buat mama, papa dan juga bu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN