Jangan Menyebut Mantan di Depan Doi

1998 Kata

Sena menghela napas panjang, memandangi bangunan sekolah Adam di depan sana. Gadis yang mencepol rambut seadanya itu masih berdiri pada bahu jalan dengan tatapan sayu. Kedua bahunya melemas kembali teringat akan perkataan Bintang yang dengan yakin mengatakan untuk menunda pernikahan mereka. Setelah kemarin mereka sempat berdebat hebat dan sama-sama mengeluarkan uneg-uneg yang terpendam selama ini. Puncaknya, Bintang sampai berani memutuskan sebelah pihak soal menunda acara sakral itu. Ia dan Bintang tidak saling bicara setelah itu. Bahkan, saat berpapasan pun mereka saling mengalihkan pandangan ke arah lain. Benar-benar seperti orang asing. Sena kembali menghela napas gusar sembari menundukan kepala dalam. Ia memejamkan matanya sesaat berusaha menenangkan pikirannya. Harus fokus agar t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN