Maaf

1742 Kata

Esok hari seperti biasa. Pergi ke kampus, kerja sampai malam terus pulang. Ervin tahu walau hubungannya dengan Elina dibilang cukup baik tapi jika ia terus menerus sibuk bisa-bisa mereka tidak bisa akrab lagi. Hari ini tidak seperti biasanya. Elina memasak hidangan yang mewah meski Ervin tidak yakin kalau hidangan itu Elina yang membuatnya. “Kamu beli?” “Kok tahu?” “Tahu dong apa sih yang tidak aku tahu,” ujar Ervin mencoba tersenyum. Ia menghabiskannya seperti biasa lalu tidur. Malam berikutnya Elina kembali menyajikan makanan mewah. Ervin sedikit curiga dari mana Elina mendapatkan uang untuk membelinya sementara tadi pagi ia menolak uang jajan yang diberikan Ervin. “Kamu minta uang sama papa?” tanya Ervin lalu Elina menggeleng. “Itu uang aku sendiri.” “Dapat dari mana?” “Ada de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN