"Lo gak balik, Ketua?" Garka melirik Ilo sekilas, laki-laki yang memiliki suara tawa khas itu tengah berjalan masuk ke ruang inap Aiden yang luas sambil menenteng jaket. Derap langkahnya begitu tak semangat, ia hanya menatap sekeliling dengan sekilas tanpa minat atau semangat seperti biasa. Ya, Aiden kini telah dipindahkan ke ruang inap biasa dengan di biayai oleh Mamanya Aiden. Ruangan luas yang dibayar mahal untuk kenyamanan pasien atau pengunjung. Dengan segala alat lengkap dan fasilitas terbaik di rumah sakit ini. Beliau sedang ada rapat dengan partai jadi tidak bisa menengok Aiden. Dia hanya mengirimi sejumlah uang untuk membayar lunas perawatan Aiden dan juga makanan bagi siapapun yang menjaga anaknya. Sedangkan Kean, Papa Aiden tersebut mengirimkan pakaian ganti dan sejumlah ua

