"Gimana, Kan?" Seorang laki-laki yang tengah menghisap sebuah rokok hanya berdehem pelan. Ia menghembuskan nafasnya kasar. "Kata informan gue, Garka sama Keyra bolos." "Lo percaya sama informan baru lo itu?" Serkan melirik ke arah Nino sebentar lalu kembali menghisap barang candu yang berada di tangannya. "Percaya. Kita di pihak yang sama," ucapnya bersamaan dengan asap yang dihembuskan keluar dari mulut juga hidungnya. Nino hanya menggendikkan bahunya. Jika Serkan sudah berkata seperti itu, maka dia juga tidak perlu khawatir. "Sekarang rencana pertama lo apa?" tanya Didi. "Gue bakalan hancurin kepercayaan Garka. Gue yakin, Keyra bakal belain gue dan lebih milih gue daripada pacarnya sendiri." Nino yang mendengar itu terkekeh. "Seyakin itu lo? Kenapa lo bisa yakin gitu?" Serkan me

