Jangan lupa Al-Kahfi Ini hari ketiga mereka di Swiss, wajah Syafiq begitu khawatir melihat istrinya. Syafiq memijat tengkuknya agar tenggorokan istrinya lebih baik. Dia mengoleskan minyak kayu putih dan membantu istrinya berbaring. Setiap selesai makan, Lail akan langsung memuntahkan semua isi perutnya. Apapun yang dia makan, seolah tubuhnya menolak. Pusing dan nyeri diperut seolah berteman baik dengannya. "Sudah lama kamu muntah-muntah seperti ini?" Lail mengangguk, rasanya dia hanya ingin berbaring saja. "Semenjak aku di sini" jawabnya lemah. "Sayang?" Syafiq melirik penuh arti. "Hmm?" Ucap Lail menyeka bibirnya dengan handuk. "Datang bulan kamu teratur atau?" Belum sempat Syafiq melanjutkan perkataannya, Lail sudah menyahut. "Loh benar, aku baru ingat, aku belum halangan semenj

