Bulan yang ditunggu akhirnya tiba juga, deg-degan sekaligus tidak sabar menanti kehadiran buah hati mereka. Sudah dua hari Lail merasakan kontraksi, hasilnya Dokter mengatakan bahwa itu hanyalah sebuah kontraksi palsu. Barang-barang yang akan dibawa ke Rumah Sakit sudah siap, Lail banyak mengepel lantai dengan posisi jongkok, senam dan makan buah nanas dalam porsi yang banyak. Dia telah melakukan ikhtiar tersebut tapi nampaknya si kembar masih nyaman di dalam sana. "Sayang, yuk keluar ketemu sama Ummi dan Abi, udah nggak sabar nih ummi" ucapnya mengelus perutnya yang besar. "Assalamualaikum, aku pulang" Syafiq membuka pintu apartemen, Lail mencium permukaan tangan suaminya sebagai balasan Syafiq mencium kening perempuan yang dicintainya. "Wa'alaikumussalam, kok mas jam segini sudah pul

