"Mas kenapa sih ngejauhin Yasmin?" Mata Yasmin berkaca-kaca melihat penolakan dari Syafiq, hatinya begitu hancur. Terutama, ketika melihat jam tangan yang melingkar ditangan Syafiq bukan lagi jam hadiah darinya. "Mas kenapa sih tega? Apa aku semenjijikan itu?" Yasmin berteriak membuat perhatian tertuju padanya. "Kamu sekarang ke ruangan mas, sehabis mengoperasi Mas menyusul" ucap Syafiq dingin. Setelah dua jam menunggu Syafiq masuk dan duduk di hadapan Yasmin "Sekarang, apa mau Yasmin?" Ucapnya lembut, padahal ingin rasanya dia berteriak kalau itu bisa membuat Yasmin sadar. "Kalau Yasmin menyebut keinginan Yasmin, apa mas mau menurutinya?" Ucap Yasmin penuh harap. "Jika mas menyanggupinya" jawab Syafiq melepas Snellinya, menghapus keringat di dahinya. "Apa yang kamu inginkan?" Tanyan

