Tubuh lemah Lail meringkuk seperti bayi di tengah kegelapan kamarnya. Dia menangis tak henti-hentinya semenjak kepulangan Yasmin. Rasanya lebih baik dia disiksa oleh rentenir daripada mendengar hal itu dari Yasmin. Ternyata, alasan Yasmin selalu menghindarinya adalah karena dia menyukai suaminya. Dia mengucap istigfar, dengan tubuh yang lemah dia bangun untuk melaksanakan shalat magribh, menangis dalam sujudnya, karena Ustadzahnya pernah mengatakan "Jika engkau diberi ujian, Allah tidak memintamu pusing hingga frustasi memikirkan jalan keluarnya, dia hanya memintamu sabar dan sholat." Dia berdo'a dengan sungguh-sungguh, dengan air mata yang mengalir dikedua pipinya dia mengangkat kedua tangannya. "Ya Allah, Ya Rabb yang Maha Pengasih, berikanlah hamba kekuatan untuk menghadapi kenyataan

