17. Menikmati Senja Bersamamu

984 Kata

Syafiq berlutut di depan Lail untuk membersihkan gamisnya. Dia merasa marah, bukan marah kepada Yasmin, melainkam lebih pada dirinya sendiri. Andai saja dia bisa lebih memberi pengertian kepada adiknya, dia pasti tidak akan merasa seperti ini. "Mas, mau berapa lama lagi? Ini sudah bersih dari tadi." Ucap Lail memberi senyuman bahwa dia baik-baik saja sekarang. "Maafkan Yasmin ya, dia mungkin masih sensitif karena Abangnya sudah menikah. Dia pasti berpikir bahwa kasih sayangku ke dia akan berbeda." Ucap Syafiq, Lail mengisyaratkan Syafiq untuk duduk di sampingnya. "Mungkin, jika aku ada di posisi Yasmin, aku akan melakukan hal yang sama." Ucap Lail memberi jeda "Aku, mungkin akan ngambek jika akhirnya Fajar menikah, karena kasih sayangnya akan terbagi." Syafiq memandang wajah Lail, waja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN