Bab 143. Pengantin Baru

1050 Kata

Alana terdiam beberapa saat, ragu-ragu mengangguk. Dia mengingat peristiwa suatu malam ketika sentuhan tangan David singgah ke miliknya, memainkannya sampai dirinya meraih kepuasan. Alana sepertinya menginginkannya lagi malam ini, dia membiarkan David membimbing tubuhnya untuk naik ke atas tempat tidur yang besar dan mewah, lalu merebahkannya secara perlahan. “David….” Alana medesah ketika wajah David tenggelam di lehernya, mencium dan menghisap kulit putih mulusnya. Seketika rasa nikmat menjalar ke sekujur rubuhnya. David berhenti setelah puas mencium leher putih itu, menatap wajah Alana yang tersenyum ke arahnya. “Aku ingin malam ini beda, Lana,” ujar David pelan. “Agar aku bisa mengenangnya selama-lamanya.” “Maksudnya?” tanya Alana yang tentu saja tidak mengerti. Dia baru saja menika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN