. MASIH FLASH BACK _______________________________________ Keesokan harinya Risa terbangun pagi hari. Rambutnya masih acak-acakan, matanya sedikit sembab karena tangisan semalam. Ia mengusap lehernya lalu mendengus kesal. “Akh Ray, leher aku merah. Nanti aku diejek temen-temen. Ray nakal, ikh!” ucap Risa sambil uring-uringan, wajahnya memerah menahan malu. “Rambutnya digerai aja biar ngga keliatan,” ucap Ray sambil terkekeh geli, tatapannya jahil melihat kekesalan manja Risa. “Ngga tau akh, kesel,” ucap Risa sambil cemberut, bibirnya manyun seakan menolak solusi Ray. “Aduh, cemberut gitu makin gemesin deh,” ucap Ray sambil mencubit pipi Risa, senyumnya melebar penuh rasa sayang. “Mau belanja oleh-oleh,” ucap Ray sambil tersenyum manis, nada bicaranya ringan namun matanya be

