Senna menatap adiknya dengan kening berkerut. Ada kantong mata di bawah matanya dan wajah kusutnya menunjukkan bahwa ia kurang tidur. “Mandala,” panggil Senna dengan wajah cemberut. “What?” jawab Mandala cuek masih sibuk bermain ponsel. Berkirim pesan dengan kekasihnya. Senna melangkah dengan pelan dan duduk di samping adik lelakinya. “Kau sudah tidak perjaka ya,” bisik Senna tiba-tiba. Mandala mendelik. “Hah, apa?! Ya ampun Kak, itu mulut semena-mena ngatain orang.” Senna memutar bola matanya malas. Niatnya ingin membahas masalah seks dari sudut pandang pria dengan adiknya. Tetapi melihat reaksi adiknya yang berlebihan melebihi anak perawan sepertinya Mandala lebih nol daripada dirinya. “Bercanda,” ucap Senna dengan wajah datar. Tidak ada rasa menyesal sama sekali. “Haiish… kenapa

