Bagiku hidup tak melulu tentang percintaan, bukan menganggapnya tak penting, karena sekarang Mas Gilang sudah menjadi bagian terpenting dalam hatiku. Tapi Mama dan adikku saat ini lebih penting dan membutuhkanku dari pada aku lebih mementingkan hasratku sendiri. "Shella akan berusaha menjaga rasa ini, hanya untuk Mas, Shella jatuh cinta setiap waktu, setiap saat dan itu menjadi booster untuk Shella melangkah kedepan." lanjutku. Mas Gilang memandangiku, dia hanya bergeming, senyum tipis menghias bibir manis itu. "Aku mencintaimu." ucapnya. Aku menatap malu-malu pria manis di sampingku. "Caca .. " tunjuknya ke depan. Spontan aku menarik pandanganku darinya. Sebuah kecupan mendarat di pipiku. "Masih berenang." lanjutnya. Dia tertawa berhasil mengerjaiku. "Ihh, malu di liatin orang." uca

