"Karena Mas membutuhkan Shella dan Shella juga ingin bersama Mas, memulai semuanya dari titik terendah. Shella ingin selalu mendukung Mas Gilang. Shella takut kehilangan Mas Gilang, Shella mencintai Mas lebih dari yang Shella sadari." ucapku. "Tapi ingat janji Mas tadi kan?" ucapku. "Yang mana?" "Jujur Shella belum siap kalau sampai harus memberikan Caca Adik, setidaknya biarkan Shella selesai kuliah dulu lebih-lebih setelah bekerja." aku tak siap untuk itu. "Iya, tapi kalau kamu sendiri yang minta dan itu terjadi, itu artinya bukan Mas yang nggak pegang janji bukan." "Hii, apaan. Pokoknya Mas harus janji." ucapku. "Iya, iya." ucapnya sambil menguyel pipiku gemas. Yakinkah diri ini? Hubungan ini mulus semulus jalan tol bisa kubilang. Kami saling mencintai, keluarga mendukung kami, C

