Vincent baru saja kembali ke kamarnya setelah sarapan, berniat untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Namun, baru beberapa menit ia duduk, bel kecil dari kamar Bianca berbunyi. Ia berdiri cepat, melangkah keluar dan berjalan ke arah kamar puan itu. Tok… tok… tok… “Masuk saja,” Suara Bianca terdengar ringan dari dalam. Vincent membuka pintu, menundukkan kepalanya sedikit ke arah Bianca. “Ada yang bisa saya bantu, Nona?” Bianca saat ini tengah duduk di kursi depan meja rias, dan masih mengenakan gaun santainya. Rambut panjangnya terurai berantakan, tampak kusut karena ia malas menyisir setelah bangun tidur dan langsung turun sarapan tadi. Ia menoleh, lalu menyodorkan sebuah sisir yang ada di tangannya pada Vincent. “Aku sedang malas untuk menyisir rambutku sendiri. Jadi, lebih ba

