Mobil itu terus melaju melewati jalan tol yang mulai lengang. Langit sore berwarna oranye keemasan, matahari condong ke barat, menyorotkan cahaya hangat yang memantul di kaca mobil. Bianca bersandar, kedua lengannya terlipat, sementara jemarinya masih bergetar tipis. Setelah satu jam perjalanan, akhirnya mobil mulai memasuki jalan berliku yang dipenuhi pepohonan pinus di kiri-kanan. Jalanan menanjak pelan, udara terasa lebih sejuk, dan jauh lebih hening dibanding hiruk pikuk kota. Vincent memperlambat laju mobil. Dari kejauhan, sebuah gerbang besi hitam dengan ukiran lambang keluarga Celeste terlihat berdiri kokoh. Ia menghentikan mobil sebentar, keluar, dan menekan kode pada panel keamanan. Gerbang itu berderit terbuka perlahan, memperlihatkan jalan setapak berbatu yang mengarah ke sebu

