Bab 14

901 Kata

Malam itu, villa Celeste diselimuti keheningan. Hanya suara jangkrik dari luar jendela yang sesekali terdengar, berpadu dengan desir angin yang menyapu dedaunan pinus. Bianca berbaring di atas ranjang besar dengan sprei putih yang beraroma lembap karena lama tak digunakan. Matanya menatap langit-langit kamar, namun kantuk enggan menghampiri. Semakin ia berusaha memejamkan mata, semakin pikirannya berputar-putar tanpa kendali. Ia menghela napas kasar, lalu memutar tubuh ke samping. Bodoh… batinnya. Bagaimana bisa aku bicara sejauh itu pada Vincent? Ia teringat jelas bagaimana ia begitu terbuka pada pengawal barunya tadi sore. Tentang ayahnya. Tentang kebenciannya. Tentang harapannya yang tak pernah padam. Hal-hal yang bahkan tak pernah ia bagi dengan teman-temannya—justru ia lontarkan pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN