Bianca memutar bolamatanya malas. Memilih mengabaikan Vincent dan berlalu pergi menuju dapur. Kesal rasanya memiliki pengawal pribadi seperti Vincent. “Ck! Dasar pengawal tidak berguna. Apa untungnya memiliki pengawal pribadi yang tidak peka begitu? Bahkan untuk menemani majikannya mengobrol pun tidak bisa. Seenaknya menyuruhku untuk tidur? Ada masalah apa dia itu sebenarnya?!” Bianca terus menggerutu kesal. Ia meraih gelas yang ada di rak, kemudian berjalan menuju kulkas untuk mengambil botol mineral dingin. Saat hendak menutup pintu kulkas, Bianca mendadak terkejut saat sosok Vincent tiba-tiba saja sudah ada dibalik pintu kulkas. Bianca hampir menjatuhkan botol yang baru saja diambilnya karena kaget bukan main. “Astaga! Vincent! Bisa tidak sih jangan tiba-tiba muncul begitu?!” s

