44 | Anomali

1925 Kata

Aku jengah, aku lelah. Boleh aku menyerah? Aletha Arabella - Agam membuka pintu di depannya dengan dorongan pelan. Tidak ada siapa pun dalam ruangan itu. Hanya rak buku besar yang berbentuk L hampir memenuhi setengah ruangan. Sepi ia rasakan, Agam sedikit mengernyit, melihat jarum jam di atas dinding lalu menutup kembali pintu itu. Melangkahkan kaki perlahan, menuju kamarnya saat suara seseorang yang ia cari dari arah belakang terdengar. "Kenapa tidak masuk?" Agam berbalik dengan diam. "Apa ada sesuatu?" anak itu terlihat enggan untuk menjawab. Karenanya sang lawan bicara menghela napas dan menggeleng kecil. "Masuklah." Pintu di sebelahnya kembali terbuka, kali ini lebih lebar. Sengaja mengundang Agam untuk masuk. Dan tanpa ragu mengikuti. Di sana, ia bisa melihat keseluruhan is

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN