Pada luka yang tak kupahami, pada rindu yang kian melena, terjebakku dalam kebingunan yang mendera. Tentang sifatmu yang tak mau terbuka Agam Kusuma Pradana - Pukul setengah sembilan pagi Agam masih berada di dalam mobil. Duduk tenang di sana sembari mengunyah bakpao isi daging. Gerbang SMA di depannya sudah menutup rapat sejak satu jam lalu, tidak ada yang menarik. Hanya pagar besi yang menjulang tinggi. Namun anehnya Agam masih setia untuk tinggal. Ketukan dari kaca terdengar, Agam menurunkan kaca mobil lantas mengangkat sebelah alisnya, heran. Di sana, terlihat jelas ekspresi bosan yang ditunjukan secara terang-terangan. "Untuk ukuran orang sibuk anda terlalu santai." Orang itu tersenyum. "Mau minum kopi bersama?" sembari sedikit membungkuk sebelum kembali berucap. "Ahh, terbalik.

