"Hai, Najwa Aulia Sakina, apa kabar?" Aku menarik langkah dengan malas padanya. Laki-laki usil yang menyapa diriku dengan memanggil namaku secara lengkap. "Kabarku baik, kamu gimana?" ucapku, balik bertanya saat merasa tak ada salahnya berbasa-basi karena jam istirahat masih tersisa beberapa menit lagi. Laki-laki yang sejak dulu dikenal slengean dan petakilan ini, tersenyum tipis menyambut pertanyaan dariku. "Seperti yang kamu lihat. Kabarku baik dan tentunya ... semakin tampan bukan?" Aku mencebik kecil. Merasa laki-laki ini berwatak sama dengan kakak sepupunya yang tak segan mengklaim dirinya tampan. Gen tidak bisa berbohong memang. "Btw ... tadi aku ada kegiatan lapangan di daerah sekitar sini, makanya sekalian mampir." Fatih memberitahukan sesuatu tanpa diminta. "Oh begitu?"

