"Mbak. Itu suami Mbak Najwa sama mas-mas yang waktu itu pernah ke sini." Aku yang sebelumnya tengah serius dengan perkejaan di hadapanku, tersentak kaget saat Ami secara tiba-tiba menepuk pelan pundakku sambil berucap setengah berbisik. Tatapannya yang mengarah ke satu tempat, memaksaku ikut menjatuhkan ke mana pandangannya berlabuh. Tanpa diminta, jantung yang sedari tadi aman-aman saja, mendadak berdegup kencang dengan d**a bertepuk riuh saat bisa kembali berjumpa dengannya. Sosok tampan rupawan yang tak akan pernah mungkin menikah denganku jika bukan karena aku adalah adik dari Zhafira Maya. Mantan kekasihnya. "Hai, Wa." Aku hanya tersenyum tipis dan mengangguk ramah saat Fatih menyapa. Di sampingnya, lelaki yang entah kapan terakhir kali mencukur bulu-bulu halus di pipinya, hanya

