"Benarkah tidak ada satu hal pun di dunia ini yang bisa kulakukan untuk mendapatkan maafmu, Najwa?" Kembali aku mengetik pesan lanjutan saat pesan sebelumnya tak mendapatkan respon apa pun. Aku mendesah frustrasi saat lagi dan lagi, dia hanya membacanya. Namun, tak memberikan balasan apa pun atas pertanyaan yang kuajukan. Aku memejamkan mata dengan perasaan kalut. Tiga tahun penuh derita yang dilewatinya bersamaku, memang bukan waktu yang sebentar. Wajar jika akhirnya dia acuh tak acuh padaku yang terlalu kejam dan tak berperasaan ini. Lantas, apa yang kau harapkan sebenarnya, Irham? Berharap dia kembali dan membalas cintamu? Tak tahu diri! Kembali kupandangi foto pernikahan yang selama tiga bulan ini setia menemani malam-malamku yang sunyi sepi tanpanya. Dan seperti biasanya, bibirk

