Hari ini aku hanya memiliki satu mata kuliah sehingga pada pukul dua siang aku sudah keluar dari kelas. Langkahku bergerak menuju ruangan Mas Faresta. Namun, sesampainya di depan pintu langkahku terhenti. Aku mendengar suara perempuan dari arah dalam. Melalui celah pintu yang sedikit terbuka, aku melihat Mas Faresta sedang berbicara dengan perempuan yang tampaknya seusia dengannya. Aku langsung menduga, mungkin perempuan itu adalah Bu Lestari. "Bapak sudah menikah? Saya dengar berita dari dosen-dosen lain." Samar-samar suara perempuan itu terdengar. Aku mempertajam Indra pendengaranku, berniat menguping pembicaraan mereka. "Iya, benar." "Saya kira bapak selama ini menunggu saya untuk menyelesaikan gelar master, tapi ternyata tidak ya." Mas Faresta hanya terdiam. "Saya bela-belain men

