Aku membuka kotak perhiasan dan menyentuh cincin pernikahanku dan Mas Faresta. Setiap melihat Mas Faresta memakai cincin pernikahan kami, aku jadi merasa bersalah. Seakan dia dengan bangganya memberitahu statusnya yang sudah menikah, sedangkan aku tidak. Seharusnya kami berdua memakainya. Bukan hanya dia. Aku mengambil cincin itu lalu memakainya. Aku tidak akan melepaskan cincin ini, sampai kapanpun. Aku tersentak saat mendengar suaranya deringan ponsel. Buru-buru aku mengeceknya dan membuka pesan terbaru yang dikirimkan oleh Mas Faresta. Mas Faresta Saya di bawah Ingat, dandannya jangan terlalu cantik Aku terkekeh pelan setelah membacanya. Suami seramku posesif, tapi aku suka. Maksudku suka dengan sikapnya yang satu ini. Aku merasa begitu dimiliki olehnya. Sebelah tanganku menghub

