Bagian Ketiga Puluh Lima

434 Kata

Wajah Mas Faresta pagi ini cerah, lebih cerah daripada biasanya. Matanya berbinar-binar saat menatapku dan senyumnya terus mengembang. Dia aneh, tapi aku mulai terbiasa dengan sikap anehnya. Pagi hari, Mas Faresta sudah memasak ayam goreng untukku. Biasanya pagi hari dia hanya membuat menu sarapan yang mudah, tapi pagi ini berbeda. "Aku kan yang lagi ingin belajar masak, tapi kenapa Mas yang masak," ucapku sambil menghampirinya di dapur. Dia menoleh ke arahku lalu kembali fokus dengan masakannya. "Kamu pasti lelah, tidak usah belajar dulu. Pagi ini saya yang masak." Dia memindahkan ayam gorengnya ke mangkuk kecil, "ayo kita sarapan." Aku mengikuti langkahnya lalu duduk di kursi meja makan. Dia meletakkan ayam goreng buatannya di bagian tengah meja makan. "Nasinya banyak atau sedikit?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN