Membaik

894 Kata

"SAH!" "Tidakkkkkk!" DUGGGHHH. "Awww! Sakit," ringis Emil. Emil baru saja terjatuh, nyungsep di atas hamparan kertas yang tersebar di lantai. Untung saja kena kertas hasil kuis yang Dika adakan kemarin, bukan kena laptop. Bisa susah Dika nyicil belinya. Dika, dan juga Sila memang menemani plus menginap di kamar Emil, takut terjadi apa-apa nantinya. "Mil, kenapa? Sini aku bantuin," tawar Sila yang duduk bersila di hadapan sang adik ipar. Posisi nyungsep Emil memang dekat dengan Sila ketimbang Dika. Jadilah dia yang membantu naik lagi ke ranjang. Padahal kasur selebar pulau Kalimantan, tetap saja bisa jatuh. "Ngigau?" tanya Dika sambil menyodorkan segelas air puih. Emil yang sudah duduk dengan senderan bantal di punggungnya, mengangguk lemah. Menerima segelas air putih yang Dika so

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN