Rapat yang Menakutkan

1229 Kata

Suasana kamar yang tadi mencekam berubah menjadi tangisan. Pernikahan yang ia harapkan akan membawa kehidupan yang baru hanya isapan jempol saja. Rafka yang masih kesal terhadap Ariya akhirnya kembali ke dalam kamar. Perlahan pria jangkung itu masuk tanpa bicara dan berdiri sembari menatap Ariya. Gadis itu meringkuk di ranjang, ia memeluk erat kedua kakinya. Air mata mengalir deras dari kedua pelupuk mata, suaranya kian parau menangisi sesuatu yang berhasil mengiris hati kecilnya. Wajah sendu tergores pilu, kesedihan memenuhi relung hati. Rafka mendekat, dia bingung tidak tahu bagaimana caranya untuk merayu seorang wanita. Perlahan pria itu mendekat dan hanya duduk di samping Ariya tanpa sepatah kata. Sesekali tangannya ingin membelai rambut istrinya berharap agar dia bisa menenangkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN