Setelah berhasil membawa Ariya keluar, Rafka segera memberikan sebotol air putih yang ia berikan kepada istrinya. “Ayo, Mas kita pulang! Aku takut,” ucap Ariya dan Rafka mengiyakan permintaan gadis itu. Dengan langkah yang gontai wanita itu berjalan dengan mengekor di belakang Rafka. Sesampainya di kamar hotel, Rafka hanya terdiam dan merebahkan tubuhnya ke kasur, sembari membuka ponselnya. Seperti hari-hari sebelumnya, Rafka pun sedang berbalas pesan dengan pacarnya. Sesekali dia tersenyum sendiri menatap ponselnya, tanpa mengingat bahwa sang istri sedang bersamanya. Sementara Ariya hanya menatap tingkah sang suami tanpa rasa cemburu, karena dia sadar sedari awal sudah tidak ada lagi tempat untuk dirinya. “Lihat apa kamu?” tanya Rafka. “Lihatin kamu!” “Gak usah lihat-lihat!” “B

