Rumah berhantu

1132 Kata

Bunyi ketukan pintu di tengah malam membuat Ariya terbangun dari tidurnya. Perlahan, dia beranjak duduk dan melirik jam dinding yang telah menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Ada rasa gelisah menusuk hati, berharap yang mengetuk pintu adalah Dhina. Ariya bergegas turun dari ranjang dan membuka pintu. Di setiap langkahnya dia sangatlah berhati-hati. Ada rasa takut terlintas tiba-tiba dan tengkuknya terasa berat seakan ada yang menyentuhnya. “Oh Tuhan ada apa ini, kenapa rasanya berat, bulu kudukku berdiri semua.” Bunyi suara trakt, seperti pintu yang terbuka pelan mbuat Ariya sedikit was-was. "Dhin!" panggil Ariya, matanya menyapu setiap sudut halaman rumah. Namun, ia tak menemukan siapa pun di sana. Gadis itu pun lalu menengok ke kanan dan hanya ada suara dedaunan yang terd

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN