Pertengkaran antara Ariya dan Rara sudah tak bisa dihentikan lagi. Rara menarik kerah baju Ariya yang sudah tak berdaya. Sementara kedua teman Rara masih mencengkeram lengan Ariya. "Denger kau, Culun! Mulai hari ini, kamu akan menjadi budakku." Ariya tak bisa menjawab, tubuhnya lemas. Tetesan darah segar mengalir dari hidungnya. Wajahnya seakan-akan mati rasa, dia tak bisa merasakan air mata yang mengalir dari kedua pelupuk matanya. Dengan kasar, Rara mendorong kepala Ariya hingga terbentur ke tembok. Mereka tertawa kencang melihat Ariya yang telah tak berdaya akibat perbuatan mereka. Tak lama, Rara dan juga temannya meninggalkan Ariya sendirian di koridor perpustakaan. Bulir bening menetes, Ariya tak menyangka jika nasibnya di sini akan sama dengan masa sekolah yang lama. Gadis itu ha

