Alvin dan Shinta

1202 Kata

Lembayung senja di ufuk barat, perlahan menghilang dari pandangan Ariya. Gadis polos yang jarang mengenakan riasan wajah itu masih saja terlihat cantik. Namun sebaliknya, pria tampan berhidung mancung itu. Tak pernah sekalipun menatap istrinya sebagai wanita yang cantik. Di dalam pesawat, Rafka dan Ariya duduk terpisah. Pria itu masih enggan duduk berdampingan. Dalam kesendiriannya Rafka masih mencerna perkataan bapak tua tadi. Berbeda dengan Ariya yang mendapatkan kenalan baru seorang manajer sebuah hotel di salah satu kota Jakarta. Beranjak dari duduknya Rafka menuju toilet. Tanpa sengaja ia melihat Ariya bersenda gurau dengan pria lain. Ada perasaan tidak suka, tapi ia mengurung niatnya dan berbalik duduk kembali. Setibanya di bandara Ahmad Yani, Rafka sedari tadi diam tak bicar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN