Malam ini langit begitu cerah, bintang bertaburan di langit yang terang. Bulan tampak sempurna membuat langit terlukis dengan indah. Ariya duduk termangu, di sofa berwarna merah, sesekali ia melirik ponselnya dan berharap sang suami Rafka segera pulang. Sejenak suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Ariya. “Tumben Mas Rafka ketuk pintu,” batin Ariya. Ariya beranjak dari duduknya dan meraih gagang pintu. Gadis berambut panjang itu pun tersentak kaget, ketika menatap tamu yang berada di balik pintu. “Mama, Ayah!” seru Ariya. “Kenapa kaget, Ariya?” tanya Aksan sembari memaksa masuk ke dalam rumah. Ariya pun mempersilahkan sang Mama dan Ayah untuk masuk ke dalam rumah. Tak lupa ia mencium tangan Clara dan Andre. Ruang tamu yang tampak begitu luas dengan interior barang mewah t

