Perjalanan ke Surabaya pun batal karena Clara berada di luar kota. Aksan memilih membawa kembali Ariya ke Semarang. Di sana Aksan mencarikan tempat baru untuk Ariya tinggal, bahkan Aksan rela menyisihkan uangnya untuk memberikan jatah bulanan kepada Ariya. Tiga bulan kemudian Lonceng kampus telah berbunyi, sedangkan Ariya kini masih berada di depan gerbang kampus. Ia merasa ragu untuk memasuki bangku perkuliahan, teringat kembali bagaimana kenangan kelam dunia pendidikan yang pernah terjadi padanya di sekolah dan kampus sebelumnya. "Apa aku akan mengalami hal yang sama?" batin Ariya bimbang. Kampus Tunas Harapan adalah universitas terbuka yang disediakan pihak kampus bagi mahasiswa pindahan. ia dipindahkan oleh Aksan, karena Ariya tak tahan dengan gangguan yang ia alami. Gadis itu ber

