Dilea PoV "Hah?! Maksud loe kita kesasar?" tanya Rafian panik. "Hehe." Aku hanya terkekeh. Tak begitu paham juga. Apakah kita beneran sudah sampai depan rumah Om Irwan atau bukan. Sebab, terakhir aku kesini saat nikahan Tata. Sekitar tiga tahun yang lalu. Dan setelah itu aku terlalu fokus dengan kuliah serta karirku untuk memimpin sebuah perusahaan besar. Kadang Om Irwan dan Tante Devi yang datang ke Jakarta untuk menemuiku. Kalau di Tata. Jangan ditanya tanpa disuruh pun hampir tiap bulan ia nongol. "Kita tanya orang aja ya," ucapku pada Rafian yang hanya mengangguk setuju. Kulihat tuh cowok udah kecapean banget. Bukan karena capai di jalan, tapi capai dengan keadaanku yang abnormal tadi. Dia memang laki-laki yang sangat gentle. Tanpa ragu dan sungkan ia membantuku mengeluarkan isi per

